
Karanganyar – Ahad, 15 Februari 2026, suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti makam Muslim Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Seluruh siswa-siswi bersama dewan guru dan karyawan MTs Mazro’atul Huda Karanganyar melaksanakan kegiatan Ruwahan dan Ziarah Kubur sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada para kyai, ustadz, ustadzah, serta para pendiri (muassis) madrasah.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan madrasah yang senantiasa dilaksanakan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Tradisi Ruwahan menjadi momentum spiritual untuk membersihkan hati, mempererat ukhuwah, serta mengenang jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi perjuangan pendidikan Islam di Karanganyar.
Sejak pagi hari, para siswa hadir dengan pakaian muslim yang rapi dan sopan. Dengan tertib dan penuh adab, rombongan berjalan menuju area pemakaman. Langkah yang diiringi niat tulus menjadikan kegiatan ini bukan sekadar tradisi, melainkan sarana pembelajaran spiritual yang nyata.

Acara dipimpin oleh Bapak Abu Bakar, S.Pd.I. yang membuka rangkaian kegiatan dengan pengarahan tentang makna ziarah kubur. Beliau menyampaikan bahwa Ruwahan mengajarkan generasi muda untuk tidak melupakan sejarah, menghormati guru, dan senantiasa mendoakan para pendahulu sebagai wujud bakti dan cinta.
Pembacaan ahli kubur dipimpin oleh Kyai Ahmad Nawawi, S.Pd. dengan penuh kekhusyukan, diikuti seluruh peserta yang hadir. Suasana menjadi hening dan penuh haru ketika nama-nama para pendiri dan guru terdahulu disebut satu per satu.
Selanjutnya, lantunan tahlil dipimpin oleh KH. Nor Hadi, S.Pd.I. Kalimat-kalimat dzikir yang menggema di area pemakaman menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam dan menguatkan kebersamaan.
Sebagai penutup, doa dipimpin oleh KH. Ahmad Mudatsir, S.Pd.I. Dalam doa tersebut dipanjatkan permohonan agar seluruh ahli kubur diberikan ampunan, kelapangan kubur, serta ditempatkan di sisi Allah SWT bersama para shalihin. Doa juga dipanjatkan agar seluruh keluarga besar madrasah diberikan keberkahan dan kesiapan lahir batin dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Kegiatan Ruwahan ini menjadi bagian penting dari pendidikan karakter di MTs Mazro’atul Huda Karanganyar. Melalui kegiatan ini, siswa diajarkan untuk menghormati guru, mengingat kematian sebagai pengingat kehidupan, menumbuhkan sikap tawadhu’, serta memperkuat tradisi keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.
Dengan semangat kebersamaan dan doa yang tulus, keluarga besar madrasah berharap agar Ramadhan tahun ini dapat dijalani dengan lebih khusyuk, penuh keberkahan, dan semangat memperbaiki diri.
