
Karanganyar, 9 April 2026 – Gelombang kepedulian dan rasa persaudaraan kembali ditunjukkan oleh keluarga besar MTs Mazro’atul Huda Karanganyar melalui kegiatan penyaluran donasi bagi madrasah terdampak banjir di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa nilai ukhuwah Islamiyah dan solidaritas antar lembaga pendidikan tetap terjaga dengan kuat, terlebih dalam menghadapi musibah.
Sebagaimana diketahui, bencana banjir melanda wilayah Desa Trimulyo pada Jumat, 3 April 2026. Air yang datang secara tiba-tiba merendam pemukiman warga serta fasilitas pendidikan di bawah naungan Sabilul Muttaqin, yang meliputi MI, MTs, dan MA Sabilul Muttaqin. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya mengganggu aktivitas belajar mengajar, tetapi juga merusak berbagai sarana penting, terutama laboratorium komputer yang digunakan secara bersama oleh tiga jenjang pendidikan tersebut.
Kepedulian yang ditunjukkan oleh MTs Mazro’atul Huda Karanganyar bukan tanpa alasan. Ingatan akan musibah banjir yang pernah melanda madrasah mereka pada tahun 2024 akibat jebolnya tanggul sungai masih membekas kuat. Saat itu, proses pembelajaran sempat terhenti, fasilitas rusak, dan seluruh warga madrasah harus berjuang untuk bangkit kembali.
Berangkat dari pengalaman tersebut, muncul rasa sepenanggungan yang mendalam. Tanpa menunggu lama, seluruh siswa, guru, dan staf bergerak bersama menggalang dana dengan penuh keikhlasan. Dari kepedulian yang sederhana namun tulus, terkumpullah donasi sebesar Rp5.000.000,- (lima juta rupiah).
Bagi keluarga besar MTs Mazro’atul Huda Karanganyar, bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan simbol cinta, solidaritas, dan doa yang mengalir untuk saudara sesama madrasah. Penyerahan bantuan dilaksanakan secara simbolis oleh Bapak Moh Tarom, S.Pd.I. kepada Kepala MA Sabilul Muttaqin, Bapak Qohisima, S.Pd., M.Pd. yang mewakili seluruh lembaga MI, MTs, dan MA di bawah yayasan tersebut.
Suasana penyerahan berlangsung penuh kehangatan dan haru. Dalam sambutannya, Bapak Moh Tarom, S.Pd.I. menyampaikan pesan yang menyentuh hati,
“Kami hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa rasa yang sama. Kami pernah berada di posisi ini. Kami memahami betapa beratnya menghadapi musibah seperti ini. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan dan menjadi penguat untuk bangkit kembali. InsyaAllah, di balik setiap ujian pasti ada hikmah besar yang Allah siapkan.”
Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa musibah bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan yang lebih kuat.
Bantuan yang diberikan direncanakan sebagai tambahan (imboh-imbuh) untuk pengadaan kembali komputer yang rusak akibat banjir. Laboratorium komputer yang selama ini menjadi pusat pembelajaran teknologi diharapkan dapat segera difungsikan kembali, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal seperti sediakala.
Pihak Sabilul Muttaqin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan. Di tengah keterbatasan pasca bencana, dukungan ini menjadi energi baru untuk bangkit dan melanjutkan perjuangan pendidikan.
Kegiatan ini menjadi cerminan kuatnya solidaritas antar madrasah di bawah naungan LP Ma’arif. Nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong yang diajarkan dalam pendidikan Islam benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata.
Air mungkin telah merendam bangunan, namun tidak mampu merendam semangat belajar. Lumpur mungkin menutup lantai, namun tidak mampu menutup cita-cita.
Semoga bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah bagi seluruh keluarga besar MTs Mazro’atul Huda Karanganyar . Semoga pula Madrasah Sabilul Muttaqin Trimulyo Guntur segera pulih, bangkit, dan kembali menjadi tempat tumbuhnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan berguna bagi bangsa dan agama.
