
Karanganyar, 8 Oktober 2025 — Hari ini, suasana duka menyelimuti seluruh lingkungan MTs Mazro’atul Huda Karanganyar. Langit seakan turut berduka, ketika kabar pilu menyebar — Ibu Solikhatun, S.Pd.I, guru Bahasa Inggris yang dikenal penuh kasih dan pengabdian, menghembuskan napas terakhir di depan para murid tercintanya, sekitar pukul 10.00 WIB, saat sedang mengajar di kelas.
Tak ada yang menyangka, pagi itu akan menjadi pertemuan terakhir. Dengan senyum lembut seperti biasanya, beliau memasuki kelas membawa buku dan semangat yang tak pernah pudar. Kata-kata terakhir yang diucapkannya adalah tentang pelajaran — tentang ilmu — tentang masa depan anak-anak didiknya. Hingga tiba-tiba, di tengah suasana belajar yang hening, beliau terjatuh lemah, meninggalkan keheningan yang menyesakkan dada.

Tangis siswa pun pecah. Mereka berlarian memanggil guru-guru lain, berharap keajaiban datang. Namun takdir berkata lain — beliau berpulang di tempat yang paling ia cintai : ruang kelas.
Ibu Solikhatun telah mengabdikan hidupnya di MTs Mazro’atul Huda Karanganyar sejak tahun 2003. Lebih dari dua puluh tahun beliau menanamkan ilmu dan kasih sayang tanpa pamrih. Setiap langkahnya, setiap nasihatnya, kini menjadi kenangan abadi. Di antara rekan-rekan guru, beliau dikenal sebagai pribadi yang tulus, lembut, dan tak pernah meninggalkan senyum bahkan di saat lelah.
“Beliau adalah sosok yang tidak tergantikan. Kami bukan hanya kehilangan seorang guru, tapi juga kehilangan bagian dari keluarga kami. Beliau wafat dengan cara yang mulia — di tengah pengabdian, di hadapan murid-murid yang beliau cintai.” Ucap Bapak Muhtarom, S.Pd.I.
Sejak kabar duka itu terdengar, suasana madrasah berubah sunyi. Ruang kelas yang biasanya penuh tawa kini hanya menyisakan isak tangis. Meja tempat beliau meletakkan buku pelajaran masih tertata rapi, seolah menunggu sang pemilik kembali. Di papan tulis, masih tertulis coretan terakhir tangannya — menjadi saksi bisu pengabdian yang tak akan terlupa.
Jenazah almarhumah akan dimakamkan di desa tempat beliau tinggal. Doa-doa mengalir dari setiap sudut madrasah, dari setiap hati yang pernah disentuh oleh kebaikannya.
Selamat jalan, Ibu Solikhatun. Engkau pergi terlalu cepat, namun dengan cara yang begitu indah dan suci. Engkau wafat di jalan pengabdian, di tengah tugas mulia yang kau cintai sepenuh hati.

saya turut berdukacita karena saya pernah sekolah di mts mazdaka walaupun saya sudah tidak bersekolah di situ. semoga Husnul khatimah bu
Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Moga Almarhumah ditempatkan Allah SWT diSisi Allah SWT tempat yang paling indah dan Mulia dan keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.Aamiin Allahumma Aamiin Yaa Mujiibassailiin.
Semoga husnul khatimah. Aamin
Innalillahi wa Inna ilaihi roji’un semoga ilmu Ibu guru Solikhatun, S.Pd.I, mengantarkan beliau ke SurgaNYA.Aamion
innalillahi wainna ilaihi rojiuun, moga khusnul khotimah